Pendidikan Kesehatan tentang Pangan Fungsional Olahan Buah Naga Merah kepada Ibu-Ibu PKK di Desa Tegalyoso Klaten Selatan

Authors

  • Makhabbah Jamilatun Poltekkes Kemenkes Surakarta
  • Pradea Indah Lukito Poltekkes Kemenkes Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.56799/joongki.v1i3.724

Keywords:

pangan fungsional, buah naga, tegalyoso, klaten selatan

Abstract

Pangan Fungsional adalah pangan yang karena kandungan komponen aktifnya dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, diluar manfaat yang diberikan oleh zat-zat gizi yang terkandung di dalamnya. Olahan buah naga merah menjadi selai dapat memiliki nilai fungsi yang lebih tinggi. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada peserta pengabdian masyarakat dalam pengolahan buah naga merah menjadi selai. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah Ibu-Ibu PKK Desa Tegalyoso Klaten Selatan. Metode yang digunakan adalah survei serta ceramah langsung pendidikan kesehatan tentang pangan fungsional dan cara mengolah buah naga merah menjadi selai. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah ibu-ibu PKK Desa Tegalyoso Klaten Selatan paham mengenai pangan fungsional, khususnya olahan buah naga merah. Adanya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada ibu-ibu PKK Desa Tegalyoso Klaten Selatan serta dapat membuat dan menyediakan pangan fungsional secara mandiri, khususnya olahan buah naga.

Downloads

Download data is not yet available.

References

BPOM. (2005). Ketentuan Pokok Pengawasan Pangan Fungsional. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK 00.05.52.0685.

Chayati, I., Ratnaningsih, N., & H, T. H. W. (2015). Teknologi pengolahan buah naga dan diversifikasi produk olahannya sebagai upaya peningkatan jiwa kewirausahaan di SMK Agriindustri. Inotek, 15(2).

Ekawatiningsih, P., Purwanti, S., & Auliana, R. (2013). Peningkatan Produktiftas dan Diversifikasi Produk Olahan Salak Dalam Upaya Recovery Pasca Erupsi Merapi. Prosiding Seminar Nasional Dalam Rangka Dies Natalis Ke 49 UNY, 987–993.

Enjelina, W., Rilza, Y. O., & Erda, Z. (2019). Pemanfaatan kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus sp.) untuk memperpanjang umur simpan mie basah. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 4(1), 63. https://doi.org/10.30867/action.v4i1.162

Fajriani, Q. H. (2013). Penentuan Aktivitas Antioksidan Kulit Buah Naga Super Merah (Hylocereus Costaricensis) Dan Produk Olahannya Berupa Permen Jelly.[Skripsi]. Program Studi Kimia, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Indonesia.

Gunasena, H. P. M., Pushpakumara, D. K. N. G., & Kariyawasam, M. (2007). Dragon fruit: Hylocereus undatus (Haw.) Britton and Rose. In Underutilized Fruit Trees in Sri Lanka (pp. 110–142).

Khalili, R. M. A., Norhayati, A. H., Rokiah, M. Y., Asmah, R., Nasir, M. T. M., & Siti Muskinah, M. (2006). Proximate composition and selected mineral determination in organically grown red pitaya ( Hylocereus sp .). Journal of Tropical Agricultural and Foods Science, 34(2), 269–275.

Kusumayanti, H., Triaji, R., & Bagus, S. (2018). Pangan Fungsional Dari Tanaman Lokal Indonesia. Metana, 12(01).

Latifah, Nurismanto, R., & Agniya, C. (2013). Pembuatan Selai Lembaran Terong Belanda. Jurnal Prodi Teknologi Pangan FTI UPN Veteran Jatim.

Lubis, Z., & Yusraini, E. (2017). Pengaruh Persentase Carboxy Methyl Cellulose Dan. 5(1), 66–72.

Maleta, H. S., & Kusnadi, J. (2018). Pengaruh Penambahan Sari Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Terhadap Aktivitas Antioksidan Dan Karakteristik Fisikokimia Caspian Sea Yoghurt Addition Effect of Red Dragon Fruit (Hylocereus polyrhizus) to Antioxidant Activity and Physicochemical Chara. 6(2), 13–22.

Mardhiah, A., Studi, P., Kesehatan, I., Masyarakat, F. K., Negeri, U. I., & Utara, S. (2020). Uji Daya Terima dan Nilai Kandungan Gizi pada Penambahan Tepung Labu Kuning dalam Pembuatan Biskuit. 1.

Prakoso, L. O., Yusmaini, H., Thadeus, M. S., & Wiyono, S. (2017). Perbedaan efek ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan ekstrak buah naga putih (Hylocereus undatus) terhadap kadar kolesterol total tikus putih (Rattus norvegicus). Jurnal Gizi Dan Pangan, 12(3). https://doi.org/10.25182/jgp.2017.12.3.195-202

Prasetyo, E. G. (2013). Rasio Jumlah Daging Dan Kulit Buah Pada Pembuatan Selai Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Ditambah

Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) Dan Kayu Manis (Cinnamomum Sp). Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember, 84(december).

Tandikurra, D. T., Lalujan, L. E., & Sumual, M. F. (2019). Pengaruh Penambahan Sari Jeruk Nipis terhadap Sifat Sensoris Selai Tomat (Lycopersicum esculentumMill.). Teknologi Pertanian, 10(2), 52–62.

Utomo, R. C., E. Y. Sani, dan S. H. (2020). Konsentrasi Gula Pasir Terhadap Karakteristik Fisikokimia Dan Organoleptik Selai Timun Krai (Curcumis sp). Jurnal Teknologi Pangan Dan Hasil Pertanian, 15(1).

Waladi, & Vonny Setiaries Johan Faizah Hamzah. (2015). Pemanfaatan Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus.) Sebagai Bahan Tambahan Dalam Pembuatan Es Krim. Jom Faperta, 2(1).

Downloads

Published

2022-08-23

How to Cite

Jamilatun, M., & Pradea Indah Lukito. (2022). Pendidikan Kesehatan tentang Pangan Fungsional Olahan Buah Naga Merah kepada Ibu-Ibu PKK di Desa Tegalyoso Klaten Selatan. Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(3), 343–348. https://doi.org/10.56799/joongki.v1i3.724

Issue

Section

Articles