Adaptasi Arsitektur Kolonial terhadap Iklim Tropis

Analisis Fasad Gedung SMA Negeri 2 Purwokerto

Authors

  • Pandhu Nagara Prijatna Universitas Udayana
  • I Wayan Srijaya Universitas Udayana
  • Coleta Palupi Titasari Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.56799/jim.v1i10.666

Keywords:

Kolonial, Arsitektur, Adaptasi, Tropis

Abstract

Bangunan SMA Negeri 2 Purwokerto merupakan bangunan kolonial dengan aplikasi gaya arsitektur modern aliran Nieuwe Bouwen. Langgam arsitektur pada bangunan SMA Negeri 2 Purwokerto telah beradaptasi dengan iklim tropis dimana hal tersebut merupakan perkembangan dari arsitektur kolonial. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, studi pustaka, dan wawancara. Data yang terkumpul di analisis dengan analisis kualitatif, karakter spasial, dan karakter visual dan di dukung dengan teori morfologi arsitektur, teori arsitektur modern, dan teori arsitektur fungsionalisme.  Hasil analisis menghasilkan kesimpulan bahwa adaptasi dari iklim tropis pada bangunan terlihat pada penggunaan elemen-elemen pada bangunan sehingga menimbulkan sirkulasi udara yang baik serta suhu ruangan yang dapat berkaitan dengan kenyamanan penghuni. Karakteristik bangunan yang berorientasi terhadap adaptasi iklim tropis dapat terlihat dari kondisi fasad bangunan. Fungsi pada elemen-elemen bangunan saling berkaitan yang berdampak pada sistem sirkulasi udara bangunan.  Dengan adanya orientasi terhadap iklim tropis, elemen yang terdapat pada bangunan harus memiliki fungsi sebagai penyalur udara.Bangunan SMA Negeri 2 Purwokerto merupakan bangunan kolonial dengan aplikasi gaya arsitektur modern aliran Nieuwe Bouwen. Langgam arsitektur pada bangunan SMA Negeri 2 Purwokerto telah beradaptasi dengan iklim tropis dimana hal tersebut merupakan perkembangan dari arsitektur kolonial. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, studi pustaka, dan wawancara. Data yang terkumpul di analisis dengan analisis kualitatif, karakter spasial, dan karakter visual dan di dukung dengan teori morfologi arsitektur, teori arsitektur modern, dan teori arsitektur fungsionalisme.  Hasil analisis menghasilkan kesimpulan bahwa adaptasi dari iklim tropis pada bangunan terlihat pada penggunaan elemen-elemen pada bangunan sehingga menimbulkan sirkulasi udara yang baik serta suhu ruangan yang dapat berkaitan dengan kenyamanan penghuni. Karakteristik bangunan yang berorientasi terhadap adaptasi iklim tropis dapat terlihat dari kondisi fasad bangunan. Fungsi pada elemen-elemen bangunan saling berkaitan yang berdampak pada sistem sirkulasi udara bangunan.  Dengan adanya orientasi terhadap iklim tropis, elemen yang terdapat pada bangunan harus memiliki fungsi sebagai penyalur udara.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adyaksyahputra, A. (2018). Perpustakaan Unika Di Bsb Semarang (Doctoral Dissertation, Unika Soegijapranata Semarang).

Hermawan, B., & Prihatmaji, Y. P. (2019). Perkembangan Bentukan Atap Rumah Tradisional Jawa. In Senada (Seminar Nasional Manajemen, Desain Dan Aplikasi Bisnis Teknologi) (Vol. 2, Pp. 387-393).

Lestari, N. L., & Aida Andrianawati, S. T. (2020). Karakteristik Fasade Bangunan Sekolah Sman 3 Dan 5 Dengan Adopsi Gaya Kolonial di Bandung.

Nova, P. L. (2017). Hasil Check Similirity Prosiding Iplbi: Pengaruh Adaptasi Arsitektur Tropis Pada Bangunan Kolonial Di Koridor Jalan Blang Mee, Samudera Pase.

Meirianta. I Gede Dede. (2015). Paham-Paham Arsitektur Modern Pada Masa 1900-1940an (Makalah). Denpasar: Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Udayana.

Mulyadi, L., Triwahyono, D., & Soewarni, I. (2015). Model Pengelolaan Bangunan Bernilai Sejarah di Kota Malang Berbasis Konservasi Arsitektur.

Mulyadi, L., Witjaksono, A., & Fathony, B. (2020). Karakter Kawasan Dan Arsitektur Kota Malang Jawa Timur.

Mk, O. D. P. R. K., Jur, K., Sandy Suseno, S. S., Sitti Kasmiati, M. S., & Capaian, C. P. M. K. Universitas Halu Oleo Kendari Fakultas Ilmu Budaya Jurusan Arkeologi. Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo, 143.

Setyabudi, I., Sudikno, A., & Nugroho, A. (2012). Tipologi Dan Morfologi Arsitektur Rumah Jengki Di Kota Malang Dan Lawang. Arsitektur E-Journal Universitas Brawijaya Program Magister Dan Doktoral Program Studi Arsitektur Lingkungan Binaan, 5(1), 32-46.

Pawitro, U. (2009). Pemahaman Keterkaitan ‘Teori Arsitektur’–Kegiatan ‘Perancangan’dan ‘Kritik Karya’dalam Arsitektur. Jurnal Itenas Rekayasa, 13(4).

Ridwan, E. A., Antariksa, A., & Suryasari, N. (2015). Karakter Visual Fasade Bangunan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kota Malang (Doctoral Dissertation, Brawijaya University).

Wardani, L. K., & Isada, A. (2009). Gaya Desain Kolonial Belanda Pada Interior Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Surabaya. Dimensi Interior, 7(1), 52-64.

Downloads

Published

2022-09-18

How to Cite

Pandhu Nagara Prijatna, I Wayan Srijaya, & Coleta Palupi Titasari. (2022). Adaptasi Arsitektur Kolonial terhadap Iklim Tropis : Analisis Fasad Gedung SMA Negeri 2 Purwokerto. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(10), 3698–3706. https://doi.org/10.56799/jim.v1i10.666

Issue

Section

Articles